WEBRAIND 2025: UNLOCKING PERSONAL BRANDING POTENTIAL FOR EMERGING YOUNG TALENTS
WEBRAIND 2025: UNLOCKING
PERSONAL BRANDING POTENTIAL FOR EMERGING YOUNG TALENTS
Pada hari Sabtu,
06 September 2025 Himpunan Mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya (HMP Kimia FMIPA Unesa)
menyelenggarakan kegiatan Webinar Personal Branding (WEBRAIND)
2025. Kegiatan ini diketuai oleh Andini Rizkia Wulandari dari angkatan 2024.
WEBRAIND 2025 merupakan program kerja dari Departemen Pengembangan Sumber Daya
Mahasiswa Periode 2025.
WEBRAIND 2025 mengusung tema βWEBRAIND 2025: Unlocking Personal Branding Potential for Emerging Young Talentsβ. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya personal branding, memberikan strategi membangun citra diri yang autentik, membekali peserta dengan keterampilan analisis audiens, serta membangun jejaring antara peserta dengan pemateri. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh 113 peserta.

Gambar 1. Penyampaian Materi Personal Branding Kegiatan
dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 08.00 WIB. Setelah itu, para
peserta memasuki ruang Zoom Meeting yang telah disediakan. Acara
dibuka pada pukul 08.20 oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib. Setelah
pembacaan tata tertib acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya
dan Mars Unesa. Kegiatan dilanjutkan dengan Sambutan. Sambutan pertama
disampaikan oleh ketua pelaksana yaitu Andini Rizkia Wulandari. Sambutan kedua
disampaikan oleh ketua Himpunan Mahasiswa Prodi Kimia yaitu Anjali Widhiya
Kusuma. Sambutan ketiga disampaikan oleh Kooordinator Program Studi S-1 Kimia
yaitu Dr. Amaria, M.Si. Setelah Sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan
penyampaian materi yang dipandu oleh moderator. Pemateri kegiatan WEBRAIND 2025 yaitu Silva
Hafsari (Project Officer, Communication Officer, Content Creator). Dalam
sesi ini, beliau membahas pentingnya membangun citra diri yang positif dan selaras
dengan nilai-nilai personal serta profesional.
Sesi tanya
jawab menjadi salah satu bagian yang paling interaktif dalam kegiatan ini.
Beberapa peserta yang memberikan pertanyaan menarik antara lain Azizah (UGM),
yang menanyakan bisakah personal branding bertahan tanpa exposure lewat
sosial media; Danu (UNUD) yang bertanya, jika ingin menunjukkan personal
branding apakah harus sempurna terlebih dahulu; Yolanda (UNESA) yang
bertanya, bagaimana cara menjaga konsistensi personal branding di media
sosial. Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan kuis
untuk menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.
Penghargaan diberikan kepada Ahmad Bima Aditya sebagai pemenang kuis dan Azizah
Novia Abidin sebagai peserta teraktif.
Kegiatan ini
tidak hanya memberikan wawasan baru mengenai pentingnya personal
branding dalam dunia modern tetapi juga memperluas relasi peserta
dengan berbagai pihak. Pemateri menekankan bahwa personal branding harus
selaras dengan jati diri dan tujuan profesional, serta mampu menyesuaikan
dengan pendengar yang dituju.